Resepsi pernikahan massal akan digelar di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (19/7). Resepsi akan dihadiri 18.000 orang terdiri dari 4,541 pasangan suami istri serta keluarganya. Ini merupakan puncak acara dari pernikahan massal yang digelar Yaysan Pondok Kasih (YPK) serta Tim Partisipasi Penanggulangan Kemiskinan atau TPPK bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
Perlehatan lintas agama dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun Kota Jakarta ke 484 ini termasuk yang terbesar di Indonesia. Bahkan, mungkin di dunia. Resepsi pernikahan akan dimeriahkan berbagai kesenian tradisional Betawi, seperti gambang kromong, tanjidor, dan barongsai.
Dalam acara ini, Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo berkenan menyerahkan secara simbolis KTP, Surat Nikah, dan Akte Lahir untuk pasutri. "Kegiatan ini tidak hanya membantu pasutri tidak mampu mendapatkan legalitas status pernikahan mereka, namun, lebih dari itu," kata Gubernur Fauzi Bowo. "Kegiatan ini merupakan bentuk perlindungan sosial Pemerintah kepada masyarakat dalam memperoleh hak sipilnya sebagai warga kota Jakarta..
Pelaksanaan akad nikah sertaperkawinan di catatan sipil bagi non-muslim telah dilakukan sejak April lalu di 44 kecamataan di Jakarta. Acara ini dihadiri tokoh-tokoh lintas agama di daerah masing-masing.
Hana Ananda, Ketua YPK, mengatakan, kegiatan semacam ini telah diselenggarakan di Surabaya, Jawa Timur, sebanyak enam kali sejak 2001. Yang terakhir pada 2010 dan diikuti 192 pasutri.
Ia menambahkan, pihaknya menemukan banyak di antara mereka hidup bersama, kumpul kebo, serta tanpa ikatan perkawinan resmi. Status keluarga yang tidak jelas mengakibatkan mereka tetap miskin lantaran hak-haknya terabaikan. "Anak-anak mereka tidak mempunyai akte lahir sehingga tidak bisa mendapatkan pendidkan formal.
Karena itu, YPK menggandeng Pemprov DKI dan mendapat dukungan penuh sehingga 4.500 pasangan dapat dinikahkan dan mendapatkan sedikit harapan untuk hidup yang lebih baik. "Ini suatu rekor yang luar biasa," .

0 komentar